RFA merupakan teknik intervensi minimal invasif. Arus bolak-balik berfrekuensi tinggi membuat ion pada jaringan target berosilasi berkecepatan tinggi dan menimbulkan gesekan yang menghasilkan panas, suhu lokal kemudian naik dengan cepat hingga 60 ℃ – 100 ℃, yang menyebabkan denaturasi protein sel tumor serta nekrosis koagulatif. Prinsip kerjanya telah teruji secara matang dan rentang ablasi dapat dikendalikan dengan baik. Metode ini termasuk salah satu teknik ablasi tumor in situ yang paling banyak digunakan secara luas di Tiongkok.
Selama prosedur, jarum elektroda ditusukkan secara presisi ke bagian dalam tumor di bawah panduan pencitraan. Unit utama mengeluarkan energi frekuensi radio, sehingga terbentuk lesi ablasi berbentuk hampir bola yang berpusat pada ujung jarum elektroda. Pemilihan jenis jarum disesuaikan dengan ukuran tumor, meliputi jarum tunggal, jarum berkas elektroda maupun jarum multipolar tipe payung. Daya dan durasi pengiriman energi diatur secara real-time guna memastikan area ablasi menutupi seluruh jaringan tumor dan membentuk batas keamanan yang memadai.
Efikasi Terbukti, Didukung Bukti Klinis Kuat: Teknik ini mampu memberikan hasil terapi kuratif pada kasus kanker hati kecil stadium awal dan telah direkomendasikan sebagai terapi kuratif lini pertama dalam pedoman klinis nasional maupun internasional.
Prosedur Praktis, Minimal Invasif dan Hemat Biaya: Menggunakan jalur tusukan perkutan dengan luka yang hanya seukuran tusukan jarum. Pasien mengalami pemulihan yang cepat pasca prosedur dan waktu rawat inap menjadi lebih singkat.
Inaktivasi dengan Koagulasi Panas, Berfungsi Sebagai Hemostatis Tambahan: Efek panas dari ablasi mampu mengkoagulasi pembuluh darah kecil, sehingga risiko perdarahan selama maupun pasca prosedur menjadi sangat rendah.
Teknik ini diindikasikan untuk berbagai tumor padat, meliputi kanker hati tunggal maupun multipel dengan diameter ≤ 5 cm, tumor metastatik hati, kanker paru primer dan tumor metastatik paru, kanker ginjal serta osteoid osteoma. Bagi tumor yang tidak dapat dieksisi secara bedah maupun tumor yang telah mengalami kekambuhan, RFA juga dapat menjadi strategi penting untuk sitoreduksi paliatif dan memperpanjang kelangsungan hidup.