Pemasangan stent merupakan teknik intervensi paliatif. Di bawah panduan pencitraan maupun endoskopi, stent paduan logam dipasang secara presisi ke dalam saluran fisiologis yang mengalami penyempitan parah akibat penekanan maupun infiltrasi tumor. Tujuan utamanya adalah untuk segera mengatasi obstruksi dan memulihkan patensi saluran. Teknik ini menjadi solusi cepat dan efektif bagi gangguan serius seperti disfagia, ikterus serta dispnea yang disebabkan oleh tumor stadium lanjut.
Selama prosedur, kawat panduan super-sliding terlebih dahulu dilewatkan melalui segmen stenosis. Apabila dibutuhkan, dilakukan predilatasi balon. Selanjutnya, stent logam self-expanding dilepaskan mengikuti jalur kawat panduan. Stent akan mengembang sempurna di bawah pemantauan pencitraan sehingga saluran fisiologis segera terbentuk kembali. Terdapat dua jenis stent utama, yaitu stent berlapis dan stent bare. Pemilihan jenis stent disesuaikan dengan karakteristik lesi. Selain itu, stent juga dapat dilengkapi partikel radioaktif guna melakukan iradiasi internal.
Mengatasi Obstruksi Secara Instan, Memperbaiki Gejala dengan Cepat: Pada kasus gangguan serius seperti disfagia dan hipertensi saluran empedu, efek terapi dapat terlihat segera pasca prosedur dan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien.
Prosedur Minimal Invasif, Tingkat Penerimaan Pasien Tinggi: Teknik ini menghindari trauma akibat operasi terbuka. Pasien lanjut usia maupun pasien dengan tumor stadium akhir dapat menjalani prosedur ini dengan aman.
Dapat Dikombinasikan dengan Radioterapi, Memperpanjang Masa Patensi Saluran: Stent berpartikel radioaktif memungkinkan pelaksanaan brakiterapi intraluminal secara bersamaan, yang berfungsi memperlambat terjadinya restenosis akibat pertumbuhan tumor.
Teknik ini diterapkan sebagai terapi paliatif untuk berbagai jenis obstruksi saluran maligna. Indikasi utamanya meliputi disfagia akibat kanker esofagus, ikterus obstruktif saluran empedu maligna, dispnea akibat stenosis trakea, obstruksi kolorektal maligna serta sindrom vena kava superior.