Kemoterapi yang dikombinasikan dengan terapi target dan imunoterapi merupakan terapi kombinasi sistemik. Berdasarkan tipifikasi molekuler tumor serta karakteristik mikrolingkungan imun, terapi ini menggunakan obat sitotoksik, obat target molekuler, dan inhibitor titik kontrol imun (ICI) secara berurutan maupun bersamaan.
Konsep inti terapi ini adalah sinergi melalui berbagai mekanisme kerja: kemoterapi membunuh sel tumor yang aktif membelah dan menginduksi kematian sel imunogenik; obat target secara presisi menghambat jalur sinyal gen pendorong tumor; sedangkan imunoterapi menghilangkan kondisi supresi imun, sehingga efek antitumor dapat dimaksimalkan.
Penyusunan skema terapi ini didasarkan pada pemeriksaan genetik, penanda tumor, dan tipifikasi histopatologi jaringan, serta mengikuti pedoman kedokteran berbasis bukti guna mewujudkan terapi yang terindividualisasi. Dalam skema kombinasi, kemoterapi dapat merekonstruksi mikrolingkungan imun tumor untuk meningkatkan respon imun, obat target molekuler dapat mengecilkan massa tumor dan mengendalikan perkembangan penyakit dengan cepat, dan imunoterapi dapat menghasilkan remisi yang berkelanjutan. Manajemen terapi menyeluruh mencakup pemantauan aktif dan intervensi terhadap efek samping.
Sinergi multitarget, mengatasi resistensi obat: Berbagai mekanisme kerja berjalan secara bersamaan, mampu mengatasi heterogenitas tumor serta memperlambat terjadinya resistensi terhadap obat tunggal.
Stratifikasi presisi, terapi terindividualisasi: Pemilihan pasien penerima terapi didasarkan pada penanda biologis, guna mencegah pemberian terapi yang tidak bermanfaat.
Meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang, Mengubah kanker menjadi penyakit kronis yang terkontrol: Mengubah kanker stadium lanjut menjadi penyakit kronis yang terkontrol, dan sebagian pasien dapat mencapai remisi mendalam.
Terapi ini banyak diterapkan pada pengobatan lini pertama stadium lanjut, terapi ajuvan, dan terapi neoadjuvan untuk berbagai jenis tumor padat umum, meliputi kanker paru non-sel kecil, karsinoma hepatoseluler, kanker esofagus, kanker lambung, kanker kolorektal, serta kanker payudara. Terapi ini dapat memperpanjang masa kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien tumor.