Argon-helium cryoablasi merupakan terapi minimal invasif yang memanfaatkan efek penyempitan aliran (throttling) pada argon bertekanan tinggi untuk pendinginan, serta prinsip pemanasan ulang menggunakan helium. Teknik ini menerapkan siklus pembekuan cepat pada suhu sangat rendah dan pemanasan ulang terhadap jaringan tumor. Pembekuan serta pencairan yang dilakukan berulang akan membentuk kristal es di dalam dan luar sel tumor, merusak membran sel serta menimbulkan tromboemboli mikrovaskular, yang akhirnya menyebabkan nekrosis koagulatif pada jaringan tumor. Ciri utama teknik ini adalah batas bola es tampak jelas pada pemeriksaan CT maupun USG, sehingga seluruh proses ablasi dapat dikendalikan dengan baik.
Selama prosedur, probe pembekuan seukuran batang pensil ditusukkan secara perkutan ke dalam tumor di bawah panduan pencitraan real-time. Sistem kemudian diaktifkan dengan aliran argon untuk menurunkan suhu area target secara mendadak hingga di bawah -140 ℃ dan membentuk bola es yang menutupi seluruh jaringan tumor. Selanjutnya, aliran gas dialihkan ke helium guna melakukan pemanasan ulang aktif, sehingga satu siklus pembekuan-pencairan selesai. Kombinasi beberapa probe multidimensi mampu membentuk bola es dengan presisi dan menyesuaikannya dengan bentuk tumor yang tidak beraturan.
Bola Es Dapat Dilihat Jelas, Batas Ablasi Presisi: Tepi bola es bertepatan secara akurat dengan rentang ablasi. Seluruh proses dapat dipantau secara real-time untuk mencegah kerusakan pada jaringan sekitar.
Nyeri Ringan, Toleransi Pasien Baik: Proses pembekuan memiliki efek anestesi dan analgesik alami. Prosedur ini dapat dilakukan dengan anestesi lokal, sehingga sangat cocok bagi pasien lanjut usia maupun pasien dengan kondisi fisik yang lemah.
Kombinasi Multi-Probe, Ablasi Sesuai Bentuk Tumor: Penempatan probe dapat diatur secara fleksibel. Dalam satu sesi pengobatan, dokter dapat menangani beberapa lesi maupun tumor dengan bentuk tidak beraturan. Selain itu, teknik ini juga berpotensi memicu respon imun antikanker pada tubuh pasien.
Teknik ini diterapkan secara luas untuk penanganan kanker hati, kanker paru, kanker ginjal, serta tumor tulang dan jaringan lunak. Terutama diindikasikan untuk tumor yang terletak berdekatan dengan dinding dada dan perut, kelenjar adrenal, maupun tumor metastasis multipel. Argon-helium cryoablasi menjadi bagian penting dalam rangkaian terapi ablasi minimal invasif untuk tumor padat.