- Jenis Kanker
- Osteosarkoma
Osteosarkoma
Osteosarkoma merupakan tumor ganas tulang primer yang paling sering ditemukan, dengan angka kejadian tertinggi pada kelompok remaja. Penyakit ini memiliki tingkat keganasan yang sangat tinggi dan sangat rentan mengalami metastasis ke organ paru-paru pada stadium awal. Berkat penerapan kombinasi kemoterapi neoadjuvan dan prosedur bedah penyelamatan anggota gerak, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien berhasil ditingkatkan secara signifikan, dari yang semula kurang dari 20% menjadi 60%-70%.
Faktor Risiko
·Riwayat retinoblastoma herediter (adanya mutasi pada gen RB1).
·Sindrom Li-Fraumeni (adanya mutasi pada gen TP53).
·Transformasi keganasan dari Penyakit Paget pada tulang.
·Riwayat menerima radioterapi dosis tinggi sebelumnya.
·Periode pertumbuhan tulang yang cepat pada anak-anak.
Etiologi
Inaktivasi bialelik pada gen RB1 dan TP53 merupakan peristiwa molekuler inti yang mendasari penyakit ini. Kondisi tersebut menyebabkan disregulasi siklus sel serta defek pada mekanisme perbaikan kerusakan DNA, yang selanjutnya mendorong transformasi keganasan pada sel progenitor tulang dan memicu terjadinya metastasis dini.
Gejala
Manifestasi paling awal berupa nyeri tajam yang persisten pada area lesi, yang terasa semakin hebat pada malam hari, dan paling sering ditemukan di sekitar sendi lutut. Dalam beberapa minggu, akan muncul massa lokal, pembengkakan, serta peningkatan suhu kulit lokal. Fraktur patologis dapat menjadi gejala awal saat diagnosis pertama kali ditegakkan. Sementara itu, metastasis paru dapat menyebabkan nyeri dada dan batuk.
Rencana Pengobatan
·Operasi: Operasi penyelamatan tungkai atau amputasi setelah kemoterapi neoadjuvan, prosedur penyelamatan tungkai memerlukan rekonstruksi yang kompleks.
·Terapi Minimal Invasif: Untuk penanganan lesi oligometastasis pada paru-paru, prosedur reseksi melalui bedah toraks berbantuan video atau tindakan ablasi frekuensi radio dan ablasi gelombang mikro perkutan dapat diterapkan untuk kontrol lokal. Sementara itu, untuk lesi metastasis pada tulang, tindakan ablasi frekuensi radio atau krioablasi dapat digunakan untuk meredakan nyeri sekaligus menjaga stabilitas skeletal.
·Radioterapi dan Kemoterapi: Kemoterapi pra-bedah dan pasca-bedah merupakan pilar utama pengobatan, sedangkan radioterapi digunakan untuk terapi paliatif atau pada pasien dengan margin sayatan bedah yang positif.
·Terapi Target dan Imunoterapi: Penggunaan obat terapi target generasi baru yang menyasar mutasi spesifik saat ini sedang berada dalam tahap eksplorasi klinis. Sementara itu, obat penghambat pos pemeriksaan imun dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi lini lanjutan.
·Lain-lain: Rekonstruksi tulang dan latihan rehabilitasi; sementara itu, pemantauan pertumbuhan serta dukungan psikologis sangat penting bagi pasien remaja.
Pemeriksaan dan Diagnosis
Foto polos X-ray digunakan sebagai penapisan awal, yang secara khas menunjukkan lesi litik atau sklerotik disertai reaksi periosteal. MRI digunakan untuk memperjelas batas keterlibatan intramedular dan jaringan lunak. Diagnosis pasti ditegakkan melalui biopsi terbuka atau biopsi jarum inti. CT scan toraks digunakan untuk mengevaluasi metastasis paru. Selain itu, kadar fosfatase alkali memiliki nilai prognostik.