- Jenis Kanker
- Kanker Pankreas
Kanker pankreas memiliki tingkat keganasan yang sangat tinggi, dengan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun kurang dari 10%. Sekitar 75% hingga 90% pasien sudah berada pada stadium yang tidak dapat direseksi saat pertama kali terdiagnosis. Prosedur pembedahan merupakan satu-satunya modalitas yang berpotensi memberikan kesembuhan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan terapi target serta teknik minimal invasiftelah memberikan harapan baru bagi kesembuhan pasien, terutama NanoKnife.
Faktor Risiko
·Kebiasaan merokok jangka panjang (faktor risiko utama yang dapat dikendalikan).
·Obesitas dan pola makan tinggi lemak.
·Pankreatitis kronis dan diabetes melitus.
·Mutasi genetik herediter seperti BRCA1/2.
·Usia di atas 60 tahun dan jenis kelamin laki-laki.
Etiologi
Paparan asap rokok memicu mutasi dengan frekuensi tinggi pada gen KRAS, sementara kondisi inflamasi kronis mendorong terjadinya akumulasi kelainan genetik. Mutasi gen BRCA yang bersifat herediter menyebabkan defek pada mekanisme perbaikan DNA, yang selanjutnya mendorong transformasi keganasan seluler, di mana mikrolingkungan fibrotik pankreas ikut mengakselerasi progresi tumor.
Gejala
Pada stadium awal, kanker pankreas tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Seiring dengan perkembangan penyakit, pasien akan mengeluhkan nyeri persisten pada perut bagian atas yang menjalar ke area pinggang dan punggung, serta ikterus obstruktif yang bersifat progresif tanpa disertai rasa nyeri (terutama pada kanker kepala pankreas), yang disertai dengan penurunan berat badan secara drastis dan kehilangan nafsu makan. Onset baru diabetes melitus dapat menjadi petunjuk awal yang penting.
Rencana Pengobatan
·Operasi: Prosedur pankreatikoduodenektomi atau pankreatektomi distal dilakukan pada kasus yang dapat direseksi, yang kemudian diikuti dengan pemberian kemoterapi ajuvan pascaoperasi. Bagi pasien dengan kategori borderline resectable, kemoterapi neoadjuvan diberikan terlebih dahulu untuk mengupayakan agar tumor dapat dioperasi.
·Terapi Minimal Invasif: Bagi pasien dengan kondisi tumor yang tidak dapat direseksi, prosedur pembedahan NanoKnife menjadi prioritas utama karena memberikan efikasi yang jauh lebih unggul dibandingkan terapi konvensional lainnya. Selain itu, pemasangan stent bilier melalui prosedur endoskopi atau kolangiografi transhepatik perkutan dapat dilakukan untuk mengatasi ikterus. Untuk kontrol lokal, dapat diterapkan prosedur ablasi frekuensi radio atau ablasi gelombang mikro dengan panduan citra. Sedangkan brakiterapi melalui implantasi biji radioaktif digunakan untuk memberikan radioterapi jarak dekat pada lesi lokal.
·Kemoterapi dan Radioterapi: kemoradioterapi konkuren untuk pengendalian kanker stadium lanjut lokal, sementara kemoterapi tetap menjadi dasar sebagai terapi lini pertama pada stadium lanjut.
·Terapi Target dan Imunoterapi: Penggunaan obat golongan penghambat PARP diindikasikan khusus untuk pasien yang memiliki mutasi gen BRCA. Obat penghambat pos pemeriksaan imun juga dapat diterapkan pada populasi pasien spesifik.
·Lain-lain: Prosedur drainase bilier, blokade saraf simpatis untuk manajemen nyeri, serta dukungan nutrisi yang agresif sangat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pemeriksaan dan Diagnosis
CT scan kontras merupakan modalitas pilihan utama, sedangkan MRI/MRCP digunakan sebagai modalitas penunjang untuk mengevaluasi saluran empedu dan pankreas. Diagnosis pasti ditegakkan melalui prosedur biopsi dengan panduan ultrasonografi endoskopi. Selain itu, CA19-9 berfungsi sebagai penanda tumor yang penting, dan PET-CT digunakan untuk mengevaluasi metastasis.