- Berita
- Menghormati Guru, Mewarisi Semangat Kedokteran | Kunjungan Hangat Profesor Zhang Jinshan ke Rumah Sakit Huanya Chengdu
Pada 31 Mei 2026, Rumah Sakit Huanya Chengdu menyambut seorang tamu istimewa, Profesor Zhang Jinshan, salah satu pelopor radiologi intervensi di Tiongkok dan mantan profesor di Rumah Sakit Umum PLA (Rumah Sakit 301). Bersama istrinya, beliau mengunjungi rumah sakit kami untuk memberikan bimbingan akademik dan melakukan pertukaran ilmu.
Sepanjang hari, kami menyaksikan momen mengharukan saat guru dan murid bertemu kembali, serta kehangatan kepedulian kepada pasien di sisi tempat tidur. Menghormati guru dan mengabdikan diri dengan ketulusan sebagai seorang dokter memperoleh makna yang paling nyata pada hari istimewa ini.
01 Penyambutan · Pertemuan Guru dan Murid
Mengetahui Profesor Zhang Jinshan akan berkunjung, pimpinan rumah sakit beserta para kepala departemen telah menunggu sejak awal untuk menyambut beliau.
Pakar Khusus rumah sakit kami, Profesor Liao Zhengyin, baru saja menyelesaikan tindakan intervensi dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Begitu mengetahui gurunya telah tiba, beliau segera bergegas datang meskipun masih kelelahan.
Saat guru dan murid bertemu—
Profesor Liao memeluk gurunya dengan erat sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Profesor Zhang menepuk bahu muridnya dengan lembut, memandangnya dengan penuh kasih dan kebanggaan, menanyakan kabarnya, serta memberikan nasihat yang tulus.

Seluruh tenaga medis yang hadir turut terharu. Tanpa upacara yang berlebihan, hanya sebuah penghormatan dan pelukan hangat—itulah makna paling tulus dari menghormati guru dalam dunia kedokteran.
02 Bimbingan · Kehangatan di Sisi Tempat Tidur Pasien
Didampingi pimpinan rumah sakit, Profesor Zhang mengunjungi bangsal perawatan, mempelajari secara rinci perkembangan disiplin radiologi intervensi, fasilitas medis, serta layanan unggulan rumah sakit, sekaligus memberikan arahan profesional secara langsung.
Namun momen yang paling menyentuh terjadi di ruang perawatan pasien.
Profesor Zhang secara khusus menghampiri tempat tidur pasien, mendengarkan keluhan pasien dengan penuh kesabaran. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, beliau menjelaskan kondisi pasien lalu berkata:
"Teknologi medis sekarang sudah berkembang sangat pesat. Tetaplah percaya diri, ikuti pengobatan dengan baik, dan kehidupan Anda akan menjadi semakin baik."
Ucapan sederhana itu terasa menenangkan seperti angin musim semi. Pasien sangat terharu dan berulang kali mengucapkan terima kasih, membuat suasana ruang perawatan dipenuhi kehangatan.
Terus mengejar keunggulan dalam teknologi medis sambil mempertahankan kepedulian yang tulus—inilah wujud nyata filosofi "berpusat pada pasien" yang diterapkan Rumah Sakit Huanya Chengdu.
03 Mewariskan Semangat · Pesan untuk Generasi Muda
Profesor Zhang juga berdiskusi dengan para dokter muda.
Beliau berbagi pengalaman selama puluhan tahun mengabdi di dunia kedokteran, masa studinya di Jepang, serta perjalanan merintis radiologi intervensi di Tiongkok. Beliau berpesan:
"Bangunlah fondasi yang kokoh dan beranilah memikul tanggung jawab. Setiap kemajuan dalam dunia kedokteran lahir dari rasa hormat kepada pasien dan dedikasi yang tak pernah berhenti terhadap teknologi medis."

Kunjungan Profesor Zhang Jinshan tidak hanya membawa wawasan mendalam dari seorang maestro kedokteran, tetapi juga menjadi saksi budaya menghormati guru yang tertanam dalam diri para pimpinan dan tenaga ahli Rumah Sakit Huanya, serta kepedulian tulus mereka terhadap setiap pasien.
Tetap berpegang pada niat awal, menghormati para guru, dan merawat setiap pasien dengan sepenuh hati—Rumah Sakit Huanya Chengdu akan terus meneladani para tokoh besar dunia kedokteran, menghadirkan layanan kesehatan yang memadukan keunggulan teknologi dengan sentuhan kemanusiaan.